Pemerintah memang tidak tinggal diam, melalui lembaga BKKBN, sudah banyak program kerja yang dicanangkan
untuk menekan angka pertambahan penduduk seperti program Genre dan Keluarga
Berencana.
Luas wilayah negara Indonesia yang mencapai angka 5.193.250 km² bukanlah tempat yang sempit untuk menampung populasi masyarakat sebanyak 237.641.326 jiwa. Dengan ketentuan persebaran penduduk merata disetiap pulau, provinsi, sampai desa. Namun yang menjadi masalah adalah angka pertumbuhan penduduk dan harapan hidup yang tinggi justru terjadi di provinsi yang padat penduduk seperti Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera Utara.
Lain halnya dengan provinsi Kalimantan Tengah, daerah ini adalah provinsi terluas ketiga setelah provinsi Papua dan provinsi Kalimantan Timur namun jumlah penduduknya masih disekitar 2.212.089 jiwa.
Seandainya pemerintah memiliki perencanaan yang serius dengan menjadikan Kalimantan Tengah dan daerah lainnya sebagai daerah tujuan transmigrasi maka pertumbuhan penduduk di Indonesia cepat atau lambat akan merata.
Mengesampingkan program Genre dan Keluarga Berencana untuk mengutamakan percepatan transmigrasi seperti Program Operasi Nasional Agraria (Prona), adalah salah satu cara efektif bagi BKKKN untuk menekan angka pertambahan penduduk.
Luas wilayah negara Indonesia yang mencapai angka 5.193.250 km² bukanlah tempat yang sempit untuk menampung populasi masyarakat sebanyak 237.641.326 jiwa. Dengan ketentuan persebaran penduduk merata disetiap pulau, provinsi, sampai desa. Namun yang menjadi masalah adalah angka pertumbuhan penduduk dan harapan hidup yang tinggi justru terjadi di provinsi yang padat penduduk seperti Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sumatera Utara.
Lain halnya dengan provinsi Kalimantan Tengah, daerah ini adalah provinsi terluas ketiga setelah provinsi Papua dan provinsi Kalimantan Timur namun jumlah penduduknya masih disekitar 2.212.089 jiwa.
Seandainya pemerintah memiliki perencanaan yang serius dengan menjadikan Kalimantan Tengah dan daerah lainnya sebagai daerah tujuan transmigrasi maka pertumbuhan penduduk di Indonesia cepat atau lambat akan merata.
Mengesampingkan program Genre dan Keluarga Berencana untuk mengutamakan percepatan transmigrasi seperti Program Operasi Nasional Agraria (Prona), adalah salah satu cara efektif bagi BKKKN untuk menekan angka pertambahan penduduk.
Alasan logis saya mengajukan
Kalimantan Tengah untuk dijadikan lokasi pemukiman bagi transmigran selain
karena luas wilayah dan penduduk yang masih terbilang sedikit adalah tidak
lepas dari berbagai faktor seperti, tingkat toleransi umat beragama yang
dijunjung tinggi, tatanan kota yang baik dan ancaman bencana alam yang tidak
terlalu serius.
![]() |
| GKE Efrata bersampingan dengan Masjid Al Gufron |
![]() |
| GKE Nasaret dengan masjid bersampingan dengan Masjid Al Fikri |
Berikut penjelasannya:
1.
Toleransi
Umat Beragama
Dalam rangka memperingati Hari
Toleransi Internasional yang jatuh pada 16 November 2015 yang lalu, Setara Institute mengeluarkan hasil
penelitiannya tentang Indeks Kota Toleran. Hasilnya ibukota Kalimantan Tengah
yaitu kota Palangkaraya termasuk dalam 10 kota paling toleran di Indonesia.
Menurut saya apabila program transmigrasi diberlakukan, Kalimantan Tengah tidak akan memandang agama para tranmigran. Hal ini sudah saya saksikan secara langsung dengan melihat banyaknya bangunan Masjid berdampingan berdiri kokoh dengan bangunan Gereja.
Menurut saya apabila program transmigrasi diberlakukan, Kalimantan Tengah tidak akan memandang agama para tranmigran. Hal ini sudah saya saksikan secara langsung dengan melihat banyaknya bangunan Masjid berdampingan berdiri kokoh dengan bangunan Gereja.
2.
Tatanan
Kota yang Baik
Banyak orang yang tidak tahu bahwa
Bung Karno adalah salah satu Presiden yang amat mengerti tata ruang kota dan
tata ruang wilayah geopolitik, beliau sendiri sudah mendesain banyak wilayah
Indonesia dengan bagian-bagian pembangunannya.
Ir.Soekarno, semasa hidupnya pernah merencanakan agar kota Palangkaraya dijadikan sebagai ibukota negara Republik Indonesia. Bukan tanpa alasan, dengan desain jalan raya yang saling terhubung tentunya akan memudahkan banyak pihak dalam menggunakan transportasi darat.
Apabila program transmigrasi di Kalimantan Tengah berhasil dilaksanakan, bukan tidak mungkin kota palangkaraya akan memiliki sarana transportasi massal seperti di negara maju.
Ir.Soekarno, semasa hidupnya pernah merencanakan agar kota Palangkaraya dijadikan sebagai ibukota negara Republik Indonesia. Bukan tanpa alasan, dengan desain jalan raya yang saling terhubung tentunya akan memudahkan banyak pihak dalam menggunakan transportasi darat.
Apabila program transmigrasi di Kalimantan Tengah berhasil dilaksanakan, bukan tidak mungkin kota palangkaraya akan memiliki sarana transportasi massal seperti di negara maju.
![]() |
| Kota Palangkaraya |
Demikianlah
masukan yang mungkin dapat dijadikan BKKBN dan dinas kependudukan sebagai
rujukan untuk meratakan angka persebaran penduduk yang nantinya akan berpeluang
besar menerapkan program keluarga berencana bagi transmigran secara optimal.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar